Semangat dengan Bosan-Bosan dengan Semangat

19 Dec

“Semangat…”

“Semangat yah…jangan nyerah..”

Kalimat pembangkit yang umum dilayangkan oleh teman kepada kita-kita yg mulai putus asa. Entah mereka mengerti permasalahan yang kita hadapi atau cuma sekedar basa-basi. Terlepas dari itu, satu yang pasti dari kalimat-kalimat macam itu : memiliki nilai yang mulia. Tetapi pernahkan anda tiba pada saat dimana anda bosan mendengarkan kalimat atau frase itu? Jelas ‘mengungkapkan’ akan tidak sebegitu membosankan seperti saat kita ‘mendengarkannya’. Karena saya sekarang sepertinya sudah tiba di keadaaan itu, bosan dan muak mendengarkan kata ‘semangat’ masuk ke telinga saya.

Saya bisa dikatakan sebagai ‘Loser of the Year’ untuk 2 tahun belakangan ini. Setidaknya untuk kriteria beberapa iblis. Tahun 2007 yang lalu saya lulus dari sekolah yang telah saya geluti selama 4.5 tahun. Sedikit kecewa ketika saya ternyata tidak diberi kesempatan oleh nasib untuk merantau ke negeri seberang karena ijin kerja saya ditolak, berbeda dengan beberapa kolega saya yang mendapatkannya dengan mudah. Akhirnya saya hanya merantau ke pulau seberang, ‘dipecut’ demi mendapatkan nilai tabungan yang sedikit layak. Tahun 2007 akhirnya ditutup dengan prestasi finasial yang kacau. Fee untuk bulan Desember yang tadinya bisa dianggap sebagai pelipur lara di kala libur akhir tahun berubah menjadi pendapat terkecil sepanjang tahun karena saya masih dalam tahap probation, sehingga saya belum layak mendapat bonus dan jatah cuti (padahal tempat saya bekerja tutup untuk liburan 14 hari menjelang akhir tahun).

Di pertengahan 2008 saya memutuskan untuk mencoba lagi peruntungan untuk mengadu nasib di negeri seberang. Ternyata saya masih berhadapan tembok yang sama : Ijin Kerja. Karena pada tahun sebelumnya saya sempat ditolak dan record tersebut masih tersimpan, saya seperti menjadi Black List di Departemen Tenaga Kerja negeri setempat. Bahkan saya sudah banding (appeal) sebanyak 3 kali, tetap saja saya ditolak. Padahal, kali ini, dengan mudahnya junior-junior saya dari sekolah saya dulu untuk mendapatkan ijin tersebut.

Dibalik itu semua memang ada sedikit pelipur lara. Saya memang akhirnya bisa bekerja di negeri tersebut walaupun dengan menyandang status Pekerja Ilegal, sambil menunggu proses aplikasi ijin kerja saya yang akhirnya bakal ditolak 4 kali (1st apply-1st appeal-2nd appeal-3rd appeal). 4 bulan saya bekerja sebagai Pekerja Ilegal tersebut. Akhirnya saya kembali menerima kenyataan yang sama di penghujung tahun 2008 ini, sama seperti 2007 kemarin : pendapatan terkecil terjadi di akhir tahun. Sebagai seseorang yang merayakan momen Natal dan Akhir Tahun, 2 tahun belakangan ini bisa membuat saya menjadi GILA !! Terlepas dari saya yang memang sudah gila lebih dari 2 tahun tersebut. Saya memang tidak merayakan Chinese New Year, atau Hari Raya Puasa, atau Nyepi-Galungan-Kuningan, ataupun Waisak.

‘Semangat, nggul….’

Haha. Frase yang paling sering terdengar di telinga saya seminggu belakangan ini. Haha. Ketika saya bertanya ada masukan atau tidak, banyak orang yang menyarankan secara menebak. Saran yang abu-abu. Memang menyebalkan juga  kalau sudah tiba di tahap kehidupan yang basa basi.

Ada orang bijak yang berucap kehidupan kita ke depan haruslah direncanakan. Jawaban ketika ternyata rencana-rencana awal kita saja sudah berantakan adalah : saya belum tau, semangat.Haha. Saya sempat merencanakan bagaimana nanti kehidupan dan karir saya akan berjalan, bahkan sampai 10 tahun kedepan. Tetapi jujur, 2 tahun belakangan ini jelas sudah melenceng dari apa yang saya sudah rencanakan. Apakah saya tidak cocok sebagai seorang planner? Apakah saya harus menjadi The Joker yang ‘I never plan anything, I just do‘ ?

d'babiGila'08

5 Responses to “Semangat dengan Bosan-Bosan dengan Semangat”

  1. rainbow December 19, 2008 at 8:17 pm #

    ah cemen lu gul!liat tu yg pd idup di kolong jembatan!bersyukur!bersyukur lu gak kyk mrk!!

  2. dbabigila December 20, 2008 at 12:20 am #

    btw, pernahkah anda hidup di kolong jembatan?
    saya bersyukur kok klo saya pernah hidup disana..
    apakah anda pernah di posisi seperti saya?
    ato anda hanya terpengaruh sebuah postingan di sebuah milis soal bersyukur tidak hidup di kolong jembatan?
    jika iya atau tidak…silahkan berbagi disini..
    bang bus lor:)
    kalo anda punya nyali tentunya..

  3. wiwid April 15, 2009 at 6:29 pm #

    ahay, gw baru baca wordpress lo ini gul, yang paling elo itu ya yang ini hihi..blog2 sebelumnya sok romantis ahh hehe…/

    eh gw komen ya/
    menanggapi komen rainbow di atas (halah), mungkin maksud dia, kalo lo terus ‘menyiksa’ diri dengan melihat ke atas terus ya ntar kasian lo nya, mending tetap bersyukur dan melihat ke bawah.

    tapi gw tau lah lo bersyukur terus pastinya, emang susah ya berada di posisi lo/
    kalo menurut gw, anggap aja masa ini adalah sebuah jeda, spasi, atau apalah, ibarat bikin blog, setiap kata yang tertulis terkadang ada jedanya, bisa untuk mikir apa kata selanjutnya, memilih diksi untuk kata selanjutnya, atau memang titik dan bikin blog baru/

    ga ada yang bisa menghentikan lo buat berkarya kan, apapun itu, masa sekarang adalah masa paling menenangkan karena lo bisa mikirin semuaaaa secara dalam, apa hikmahnya dll,,
    ga usah peduli apa kata orang, just do something..

    semangat! (haha..pasti bosen lu denger kata ini hihi..)
    awas lu sombong kalo ketemu gw!

    • dbabigila April 15, 2009 at 9:55 pm #

      trims banget,wid..
      btw, bukannya dirimu yg somse’ klo ketemu gw yak?
      hahaha

  4. wiwid May 21, 2009 at 2:23 am #

    iyalah gw yang somse.
    masih semangat lo gul?
    semangat! (kebanyakan nonton full house*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: