||..dying..||

21 Jan

belalang sembah..
bukan seperti yang biasa..
lebih sulit diraih..
bentuk lengan yang anggun lagi berbahaya..
ada apa gerangan tiba-tiba hinggap di ruanganku?
sudah tibakah waktumu?
atau mata-mata justru?
haha..berkhayalnya saya..
bolehlah saya menyapa dan bercakap di sisa waktumu itu.

seperti halnya seorang serangga yang memasuki tahap pertama dalam menemui ajal tuanya,
sang belalang sembah terlihat pendiam malam itu..
sesekali dua kali dia memandang dan memainkan tangannya yang indah itu..
seolah hanya ingin mengingatkan kembali betapa uniknya dia.
kehadiran saya pun kala itu seperti hanya gangguan kecil yang dia pasti maklumi.

phase #1dia seperti menghilang keesokan paginya.
saya tahu dia mungkin hanya berjalan-jalan disekitar itu.
sekedar menggunakan sayap indahnya untuk terakhir kali.
mungkin..

final phase #1akhirnya tiba saatnya kala malam ketiga..
dia terbang kesana kemari..
menghantamkan tubuhnya yang uzur itu ke setiap sisi ceiling ruanganku..
dengan tidak jelasnya.
“haha..kau ingin kutemani rupanya..”, pikirku saat itu..
baiklah, mungkin ini saat terakhir dia di dunia ini.

final phase #2beberapa saat setelahnya..
akhirnya sayap itu sudah habis..
jatuhlah dia di lantai putih..
mencoba merangkak menuju kasur..
dan berakhir di sebuah bantalan hitam..
sebuah bantalan tas kamera..
cukup hangat mungkin..

selamat jalan, kawan tua..

i'm sorry goodbye

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: