Auf wiedersehen, eyang..

23 Jan

“Kamu tuh harus jadi laki-laki.. Jangan hanya sekedar jadi cowok..”, itulah kalimat nasehat pedas terakhir dari beliau beberapa waktu lalu yang masih bisa saya ingat menyangkut kebiasaan saya dalam menghisap tembakau.

Beliau pun masih sempat menyisihkan angpaw Natal kepada saya yang dititipkan kepada ibu saya (a.k.a anaknya); angpaw yang sampai saat ini pun akhirnya belum sempat saya ucapkan terimakasih-nya secara langsung.

Disaat beliau masih tergolek tidak sadar di ICU selama satu minggu pun saya pura-pura tidak sempat menjenguk dengan alasan perwalian akademis. Benar-benar alasan sampah.

Saya menjadi benar-benar merasa tidak pantas untuk meminta maaf atas dosa-dosa saya terhadap beliau. Pada saat-saat seperti inilah saya baru benar-benar sadar bahwa saya termasuk manusia yang kotor. Saya hanya bisa berkata dalam hari,”Mohon ampun, eyang..”.

Semoga beliau bisa setidaknya memaafkan sepersepuluh kesalahan total saya.

Sampai bertemu lagi, Eyang Uti.. Salam untuk Eyang Kakung dan dek Niko disana.. (Saya masih hutang menghadiri pemakaman mereka waktu itu)..

GBU..♥

One Response to “Auf wiedersehen, eyang..”

  1. Aster February 18, 2010 at 11:03 am #

    she will forgive you indeed.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: